Soy Wax vs Paraffin Wax: pilih yang mana??

 


Lilin aromaterapi terbuat dari bahan dasar lilin atau wax yang memang sangat banyak pilihannya dengan karakteristik yang berbeda beda. Secara umum, wax memiliki karakteristik sebagai berikut:

-          Padat pada suhu kamar, cair pada suhu yang lebih tinggi

-          Terbentuk dari struktur hydrocarbon

-          Tidak dapat larut dalam air

-          Toksisitas rendah, reaktivitas rendah

-          Hampir tidak berbau

Nah dari beberapa bahan jenis lilin, yang paling banyak dipakai adalah paraffin dan soy wax. Dalam postingan ini akan dijabarkan kelebihan, kekurangan serta karakteristik dari paraffin dan soy wax.

 Paraffin Wax

Paraffin wax merupakan wax yang tidak terbentuk dari bahan alami. Wax ini menghasilkan jelaga atau residu yag lebih banyak. Paraffin wax bukanlah wax yang memiliki sifat biodegradable. Paraffin wax tidak dapat didaur ulang dan memiliki sifat tidak dapat larut dalam air. Paraffin memiliki range titik leleh yang berbeda beda, sehingga sesuai untuk pembuatan lilin.

Paraffin wax merupakan produk samping dari pengolahan minyak bumi. Bentuknya padat, berwarna putih, tidak berbau, tidak berasa, bersifat inert dan terbakar sangat baik dan bersih. Semi refined dan full refined paraffin wax memiliki titik leleh sekitar 48oC sampai 70oC. Paraffin wax yang memiliki titik leleh yang rendah sekitar 48oC biasanya digunakan untuk membuat lilin dalam wadah seperti gelas toples atau mangkok. Sedangkan yang memeiliki titik leleh medium antara 55oC sampai 70oC untuk membuat lilin pilar. Dan, yang memiliki titik leleh tinggi diatas 70oC digunakan untuk pelapis bagian luar lilin pilar.

 Soy Wax



Soy wax merupakan wax biodegradable dan larut dalam air. Soy wax ada yang terbuat dari 100% minyak kedelai dan ada juga yang dibuat dari campuran beberapa wax, sehingga memiliki beragam titik leleh tergantung campuran wax yang ada di dalamnya. Akan tetapi jangan khawatir, apabila soywax dicampur tidak melebihi dari 50% maka masih disebut dengan soy wax.

Lilin dari bahan dasar Soy wax, menghasilkan lilin yang fleksibel dan mudah dicetak. Karakteristik soywax, lebih berminyak, dan meleleh saat disentuh. Lilin aromaterapi dengan bahan dasar soy wax sangat baik dalam mendifusikan aroma oil ke udara saat pembakaran.

 


Dari penjelasan diatas secara singkat, bisa dipilih ya jenis lilin yang menurut kalian lebih bagus.

Komentar

Postingan Populer