Lilin Punya Sejarah??
Lilin telah digunakan selama lebih dari 5000 tahun. Teknologi awal lilin dikembangkan dari obor yang diciptakan oleh mesir kuno, Obor sendiri dibuat dengan merendam inti bernas dari alang alang ke dalam lemak hewan yang telah dilelehkan. Sekitar 2000 SM, Mesir membuat lilin dari lilin lebah atau beeswax.
Jauh berselang, di Cina, lilin dibuat pada masa Dinasti Qin, 221-206 SM.
Bukti hal ini adalah ditemukan residu lilin di dalam makam Kaisar Qin Shi
Huang, 259-210 SM. Pada abad ke 8, pada dinasti Tang, 618 M – 907 M, lilin
mulai digunakan sebagai bagian penting dalam perayaan pernikahan Cina
tradisional. Lilin merah berukuran besar merupakan barang wajib yang ada di
kamar pengantin dan dinyalakan pada malam pertama. Sebagai simbol elemen Yang
atau Maskulin yang dimaknai sebagai cahaya yang akan menyinari tanaman yang
tumbuh dan akan berkembang biak di musim semi.
Kekaisaran Romawi adalah yang pertama memperkenalkan lilin yang menyerupai
lilin yang sekaranga da di masyarakat luas. Di Roma, mereka menggunakan lemak
untuk membuat lilin. Lemak itu berasal dari lemak sapi atau domba. Lilin yang
terbuat dari lemak hewan mengeluarkan asap cukup banyak dan berbau tidak sedap
karena kandungan gliserid di dalamnya.Kemudian bangsa Romawi mengembangkan
lilin berbahan baku lilin lebah, dimana hasilnya sangat bersihn tanpa
menghasilkan nyala berasap, dan menebarkan bau manis menyenangkan.
Pertama kali lilin menggunakan cetakan dimulai pada abad 15 di Perancis. Lilin dituang ke dalam rongga silinder terbuka, dengan tutup berlubang kecil untuk pemasangan sumbu.
Puncaknya, Michel Eygene Chevreul, berhasil memisahkan asam lemak dari
gliserin lemak sehingga menghasilkan asam stearat, bahan penting untuk
menghasilkan lilin yang berkualitas. Stearat bersama dua bahan yang ditemukan
selanjutnya, yaitu spermaceti dan malam parafin menjadi bahan baku utama lilin.
Spermaceti terbuat dari lemak ikan paus, yang mempunyai kelebihan tidak
menimbulkan bau dan rasa pedih di mata saat lilin menyala, selain itu lilinnya
tidak mudah lembek dan tidak mudah bengkok.
Pada tahun 1850, James muda mengajukan paten lilin parafin yang dihasilkan dari proses fraksi minya bumi. Kelebihan parafin ini adalah murah dan kualitas sangat baik. Kelemahannya adalah titik leleh yang rendah. Hal ini diatasi dengan menambahkan asam stearat untuk membuatnya tidak mudahh meleleh dan memiliki konsistensi yang cukup keras.
Demikian sejarah singkat tentang asal mula lilin dan bahan awal yang
digunakan untuk membuatnya. Semoga bermanfaat dan memberi ilmu.


.jpg)


Komentar
Posting Komentar